Mbah Trendy adalah nama sebutannya. Pria berkulit sawo matang kelahiran jawa tengah 23 tahun yang lalu ini hanya beberapa tahun mengenyam pendikan layaknya para broadcaster. Pasalnya; “lha… gimana mau sekolah, orang waktu saya itu banyak yang terbuang gara-gara sangking demennya mempelajari teknik broadcast kok. Saya pikir sekolah itu nggak jaminan lho…untuk jadi broadcaster yang bisa diterima masyarakat….. buktinya Akri Patrio itu. Akri itu kan kuliahnya setelah “mapan” jadi broadcaster. Jadi ya jangan salahin diriku kalo diriku ngambil langkah berbeda dengan orang lain.Paham kan Maksudku?” Ujar mbah Trendy sambil bersemangat 45.

Siapapun Orangnya pasti akan terkekeh kekeh ketika mendengar mbah – mbah ini berkoar di depan mikrophon Sanganam FM. “Sodara Sodara dan Dhe-K Siana (baca: Dhe ka siana) nggak usah dengerin mbah trendy cuap – cuap di radio, cuma ngabisin setrum ama ngabisin pulsa. Mending ngabisin nasi goreng bikinan mbak ayu sanganam. (Kan Kalo dagangan Ayu Abis, aku kan dapet gratisannya)”.
Itulah kurang lebih ungkapan yang muncrat dari bibir ndowernya mbah trendy Berkapasitas sebagai Announcer free line Sanganam FM, mbah trendy harus mengudara setiap jam 4 s/d jam 6 sore, membawa acara TERGODA Terminal Goyang Dangdut.
Soal dangdut… ini kata mbah Trendy lho…..
Mengangkat topik-topik yang kontroversif adalah bidang utama mbah – mbah ini. “E…. ngomongin hal yang kontradiktif itu bisa naikkan rating kita lho. Coba aja.! Tapi ingat kalo ending nya nanti nggak independent, bisa di take over dari sanganam lho….”