Pria Beranak 1 (baru satu, maksudnya…) ini, tergolong pria pendiam. Tapi kalo pas lagi di kokpit siar Sanganam FM, amit – amit….. “Lho… yang namanya profesional kerja, itu kan nampak dimana dan kapan kita harus bersikap. Kalo saya di kokpit siar sama seperti di luaran yang nggak doyan omong, trus aku di bayar untuk ngapain. Trus kalo di kokpit siar, kan orang tidak pioa nengok-in aku, jadi ya… car lancar gitu de…h”. Ucapnya dengan bahasa Indonesia yang agak kaku.
Read more…
convert this post to pdf.
Mbah Trendy adalah nama sebutannya. Pria berkulit sawo matang kelahiran jawa tengah 23 tahun yang lalu ini hanya beberapa tahun mengenyam pendikan layaknya para broadcaster. Pasalnya; “lha… gimana mau sekolah, orang waktu saya itu banyak yang terbuang gara-gara sangking demennya mempelajari teknik broadcast kok. Saya pikir sekolah itu nggak jaminan lho…untuk jadi broadcaster yang bisa diterima masyarakat….. buktinya Akri Patrio itu. Akri itu kan kuliahnya setelah “mapan” jadi broadcaster. Jadi ya jangan salahin diriku kalo diriku ngambil langkah berbeda dengan orang lain.Paham kan Maksudku?” Ujar mbah Trendy sambil bersemangat 45.
Read more…
convert this post to pdf.
Bujangan, Announcer tetap (mangsude bukan announcer free line gichu looooooo) di Sanganam. Dengan Modal Vokal yang microponis meskipun nggak melankolist, tapi Announcer yang ini paling dibilang ceriwis.
“nghe nghe… (senyum tapi jelek) Mungkin yang dilihat kwalitas ane kali ye….” Selorohnya dengan gaya khas tahun 60-an. “eh… Jangan klik di sini ah… aku malu kalo profilku di lihat ama yang bukan mukrim”
Read more…
convert this post to pdf.
Berstatus Kepala Bagian Kepenyiaran, Pria Kelahiran Indonesia
25 Thn yang lalu ini, Sudah malang malintang di dunia Broadcast amatir sejak 1993. “Ah kalo soal yang prof, paling kita baru lho mas…. baru 6 (enam) tahun ini kok”. Ujarnya sambil megangin rambut gondrongnya. Read more…
convert this post to pdf.