Yogi Sanganam; Broadcast manager  | sanganam.com

muara dangdut merangin
Saturday July 31st 2010

Categories

Yogi Sanganam; Broadcast manager

Anda adalah pembaca post ini yang ke: 1 di hari ini.
Banner PNF

Berstatus Kepala Bagian Kepenyiaran, Pria Kelahiran Indonesia
25 Thn yang lalu ini, Sudah malang malintang di dunia Broadcast amatir sejak 1993. “Ah kalo soal yang prof, paling kita baru lho mas…. baru 6 (enam) tahun ini kok”. Ujarnya sambil megangin rambut gondrongnya.
Pria yang pernah juga mengunjungi negeri jiran (2002 s/d 2005) hanya untuk “menimba ilmu”, mengungkapkan:

“Pada dasarnya broadcasting dimanapun itu nggak jauh beda. Cuma sistemnya yang berbeda tergantung pada dasar hukum yang berlaku.” Dan dia pun melanjutkan: “Contoh: yang namanya Announcer di Sanganam FM itu nggak banyak kok kriterianya seperti:”

Yogi sanganam

  • Yang utama harus berwawasan Nasional. Nggak perduli siapa anda, dari mana anda, agama anda, ras anda, kita nggak ngurus yang begituan. Yang jadi titik tumpu Bos dalam rektrut announcer itu wawasan anda tentang nasionalisme anda itu Indonesia-nist atau nggak. Kalo nggak….. wong yang udah di angkat jadi announcer tetap aja, kemudian mbelot ke nasionalisme lain aja di pecat, apalagi terang- terangan nggak Indonesia-nist. Ya….jangan mimpi masuk ke Sanganam lah.
  • Yang nggak kalah pentingnya, kita itu harus “Hiper Kreatif” Saya bilang seperti ini karena top word setiap acara boleh beda tapi brand acara sama. Yaitu: Sahabat Aktif Bagi yang Kreatif dan Produktif. Nah….kan! Kalo yang dengerin kita aja orang yang kreatif, kan kita ini harus Lebih dari sekedar kreatif. Bos itu nggak peduli tampang anda, status sosial anda, domisili anda, keturunan ningrat atau bukan. Asal kreatif dan nggak nglanggar SOP Sanganam ya… pingin gaji berapa? no problem.
  • Memahami P3SPK yang dikeluarin oleh KPI. Yang ini bisa ditunjukin saat anda dalam masa Briefing kok. nggak usah takut bagi yang pemula. Instrukturnya kita dewek kok.

Kalo ditanya tentang brodcaster di negri ini, pria berbintang aquarius ini cuma komentar

“Jangan bandingin sepeda motor dengan pesawat terbang. Artinya, lihat dulu pangsa pasarnya. Yang paling urgent dari broadcaster itu, bagaimana membawa audience mereka kedalam suasana radio. Contoh; pendengar anda pedagang bumbu masak misalnya. Ya… jangan di ajak ngomongin rektor sebuah universitas yang didemo mahasiswanya lah… Ajak aja ngomongin fluktuasi nilai tukar rupiah dan korelasinya. Paham kan dengan Maksud saya?”
convert this post to pdf.

Artikel Yang Berhubungan dengan Post Ini